Kamis, 20 Desember 2012

Tanpa doa bagai tentara tanpa senjata


Tanpa doa bagai tentara tanpa senjata

Saif Al Battar
Kamis, 6 Safar 1434 H/20 Desember 2012 M 19:28
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) - Berbeda dengan makhluk-Nya, Allah mencintai orang-orang yang rajin memohon kepada-Nya. Karena hal itu menunjukkan bahwa manusia merasa fakir (butuh) kepada Allah. Dan Allah justru membenci orang-orang yang angkuh dan enggan berdoa kepada-Nya. Nabi shalallahu 'alaihi wasalam bersabda,
مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ
"Barangsiapa yang tidak memohon kepada Allah, maka Allah murka kepadanya" (HR Tirmidzi dan Bukhari dalam Adabul Mufrad)
Realitanya, ada orang-orang yang merasa dirinya cukup, merasa bisa mendapatkan keinginannya tanpa pertolongan Rabbnya, lalu meninggalkan doa. Sudah barang tentu ia akan mengenyam kesulitan demi kesulitan dalam menjalani hidup, di dunia apalagi di akhirat. Allah berfirman,


Doa spesial Ramadhan

Doa spesial Ramadhan

Muhib Al-Majdi
Kamis, 6 Safar 1434 H/20 Desember 2012 M 19:20
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) – Bulan suci Ramadhan penuh dengan rahmat dan maghfirah Allah Ta'ala. Sudah seharusnya setiap muslim banyak berdoa memohon rahmat dan maghfirah Allah di bulan suci Ramadhan ini, baik di waktu siang maupun malam. Sebaik-baik doa adalah doa yang singkat namun padat dan diajarkan langsung oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa salam. Berikut ini doa yang pendek namun memenuhi semua criteria tersebut.


Doa agar dikaruniai husnul khatimah

Doa agar dikaruniai husnul khatimah

Muhib Al-Majdi
Kamis, 6 Safar 1434 H/20 Desember 2012 M 19:07
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) – Banyak ustadz, mubaligh dan imam yang berdoa kepada Allah Ta'ala agar dikaruniai husnul khatimah, kematian yang baik yang dapat mengantarkan dirinya kepada ridha Allah dan surga-Nya. Ia membaca doa tersebut dengan keras dan jama'ah pengajian atau jama'ah shalat mengamini doanya dengan khusyu'.
Memang, setiap muslim memang harus mencita-citakan husnul khatimah sebagai penutup kehidupannya di muka bumi ini. Memang, setiap muslim harus senantiasa memohon kepada Allah agar dikaruniai husnul khatimah.
Persoalannya adalah sebagian ustadz, mubaligh dan imam shalat itu membaca doa tersebut dengan lafal yang ---maaf-maaf--- 'kurang berkwalitas' dan 'kurang komprehensif'. Doa yang dilantunkannya berbunyi: Ya Allah biha, ya Allah biha, ya Allah biha, ya Allah bi-husnil khatimah. Secara harfiah, artinya adalah Ya Allah, (matikanlah kami) dengannya! Ya Allah, (matikanlah kami) dengannya! Ya Allah, (matikanlah kami) dengannya! Ya Allah, (matikanlah kami) dengan husnul khatimah!
Subhanallah, kenapa mereka lebih suka melantunkan doa gubahan sendiri seperti itu? Padahal dalam masalah memohon husnul khatimah, Allah Ta'ala dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam telah mengajarkan doa-doa super hebat yang sangat berkwalitas dan komprehensif? Bukankah sebaik-baik doa adalah doa yang diajarkan langsung oleh Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam dalam hadits shahihnya?
Di antara doa husnul khatimah yang diajarkan langsung oleh Allah dalam Al-Qur'an adalah doa golongan ulul albab, yaitu firman Allah:


Doa kesucian jiwa dan perlindungan dari empat bencana

Doa kesucian jiwa dan perlindungan dari empat bencana

Muhib Al-Majdi
Kamis, 6 Safar 1434 H/20 Desember 2012 M 19:04
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) – Zaid bin Al-Arqam radhiyallahu 'anhu berkata: "Aku tidak mengatakan kepada kalian kecuali sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah shallalahu 'alaihi wa salam. Beliau berdoa:
«اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ، وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ، وَالْبُخْلِ، وَالْهَرَمِ، وَعَذَابِ، الْقَبْرِ اللهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا»
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, kepengecutan dan kekikiran, usia jompo dan azab kubur.
Ya Allah, berikanlah ketakwaan kepada jiwaku, sucikanlah jiwaku, karena Engkaulah sebaik-baik yang menyucikan jiwa, Engkaulah Yang Menguasai dan melindungi jiwa.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', hawa nafsu yang tidak pernah puas dan doa yang tidak dikabulkan."(HR. Muslim no. 2722)
Doa yang agung ini biasa dibaca oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam. Meski ringkas, doa ini telah mencakup perlindungan dari semua bentuk musibah dan kerusakan:


Kamis, 13 Desember 2012

Doa bubar dan berpisah dari sebuah majlis

Doa bubar dan berpisah dari sebuah majlis

Muhib Al-Majdi
Jum'at 30 Muharram 1434 H/14 Desember 2012/12:46
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com) – Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: "Jarang sekali Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bangun untuk bubar dari sebuah majlis, sampai beliau membaca doa berikut ini untuk orang-orang yang duduk bersama beliau:



Doa saat menghadapi kesusahan dan kesempitan hidup

Doa saat menghadapi kesusahan dan kesempitan hidup

Muhib Al-Majdi
Jum'at 30 Muharram 1434 H/14 Desember 2012/12:39
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) – Hidup seorang manusia tidak akan pernah lepas dari kesusahan, kesempitan hidup, kesedihan, musibah dan cobaan. Dalam kondisi sempit seperti itu, tiada tempat yang lebih baik untuk mengadu dan meminta selain Allah Subhanahu wa Ta'ala, Rabb yang menurunkan ujian kepada hamba-Nya untuk hikmah tertentu.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam telah mengajarkan kepada kita untuk kembali kepada Allah Ta'ala saat berbagai kesusahan dan kesempitan hidup mendera kita. Kita harus kembali kepada Allah Ta'ala dengan memuji-Nya, mengagungkan-Nya dan mengesakan-Nya.
Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: "Jika sedang menghadapi sebuah kesusahan, Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam biasa membaca doa: