Tampilkan postingan dengan label Al-Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Desember 2012

Doa untuk istri tercinta

Muhib Al-Majdi

Ahad, 9 Safar 1434 H/23 Desember 2012 M 07:07
 











(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) – Sudah menjadi rahasia umum bahwa Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'ahuma adalah istri yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam.
Meski demikian, saat beliau shallallahu 'alaihi wa salam wafat, beliau tidak mewariskan harta kekayaan kepada Aisyah radhiyallahu 'anha. Beliau hanya mewariskan ilmu syariat dan akhlak pergaulan yang sangat berkesan bagi Aisyah radhiyallahu 'anha.
Di antara ilmu yang beliau wariskan kepada Aisyah radhiyallahu 'anha adalah doa-doa penting untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu 'anha bercerita bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam mengajarkan kepadanya doa berikut ini:


Perbanyak bacaan shalawat atas Nabi Muhammad SAW di hari Jum’at

Muhib Al-Majdi

Sabtu, 8 Safar 1434 H/22 Desember 2012 M 23:29
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) – Salah satu amalan utama di hari Jum'at adalah memperbanyak pembacaan shalawat atas Nabi Muhammad SAW. Shalawat atas Nabi SAW memiliki banyak keutamaan dan pahala yang agung. Berikut ini sebagian hadits yang menjelaskannya.
عَنْ أَوْسِ بْنِ أَبِي أَوْسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ قُبِضَ، وَفِيهِ النَّفْخَةُ، وَفِيهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ " فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَكَيْفَ تُعْرَضُ عَلَيْكَ صَلَاتُنَا وَقَدْ أَرِمْتَ؟ - يَعْنِي وَقَدْ بَلِيتَ، قَالَ: " إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ  صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْهِمْ "
Dari Aus bin Abu Aus RA berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Seutama-utama hari kalian adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu pula Adam meninggal,


Doa persatuan dan keselamatan umat Islam


Muhib Al-Majdi
Sabtu, 8 Safar 1434 H/22 Desember 2012 M 23:16
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) – Diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Mas'ud RA bahwasanya Rasulullah SAW mengajarkan kepada para sahabat dan mengajarkan sebuah doa yang sangat agung dan penuh hikmah berikut ini :


Misteri doa mustajab di hari Jum’at

Misteri doa mustajab di hari Jum’at

Muhib Al-Majdi
Sabtu, 8 Safar 1434 H/22 Desember 2012 M 23:00
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) – Allah SWT melebihkan hari Jum'at dari hari-hari lainnya dalam sepekan dengan banyak keutamaan. Di antaranya pada hari Jum'at terdapat suatu waktu yang doa seorang muslim pada waktu tersebut dikabulkan oleh Allah SWT, selama memenuhi syarat-syarat dan adab-adab berdoa.
Keutamaan terkabulnya doa pada waktu mustajab tersebut disebutkan dalam beberapa hadits. Di antaranya:


Doa untuk orang yang dikaruniai kelahiran bayi

Doa untuk orang yang dikaruniai kelahiran bayi

Muhib Al-Majdi
Sabtu, 8 Safar 1434 H/22 Desember 2012 M 22:52
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) – Ketauladanan ummu Sulaim RA, ibunda dari Anas bin Malik RA pelayan Nabi Muhammad SAW sangat terkenal dalam sejarah Islam. Saat ia dilamar oleh Abu Thalhah, seorang hartawan musyrik di Madinah, dengan mahar emas dan perak, Ummu Sulaim menolak.
Ummu Sulaim justru menginginkan mahar yang jauh lebih berharga daripada emas dan perak. Itulah keislaman Abu Thalhah. Abu Thalhah pun masuk Islam dan keislamannya sangat baik. Ia adalah seorang jagoan panah yang sangat berani dalam barisan jihad kaum muslimin Madinah. Dari pernikahan itu lahir seorang anak yang menjadi permata kehidupan rumah tangga mereka.
Suatu ketika Abu Thalhah mengadakan perjalanan dagang. Saat itu anak kesayangannya sakit keras dan kemudian meninggal. Ummu Sulaim mengurus semuanya dari memandikan, mengafanai, menyolatkan hingga menguburkannya. Ia bersabar dan menyembunyikan berita kematian anak kesayanganya dari suaminya.
Ketika Abu Thalhah kembali ke rumah, Ummu Sulaim menyambutnya dengan hangat. Ia menyediakan jamuan makan yang lezat dan malamnya ia memberikan kehangatan yang memuaskan suaminya. Keesokan harinya, barulah ia memberitahukan berita tentang meninggalnya anak kesayangan mereka.
Kontan saja Abu Thalhah marah dan segera pergi menemui Rasulullah SAW. Ia tumpahkan kekecewaan dan kesedihannya kepada beliau SAW. Mendengar ceritanya, Rasulullah SAW mendoakan agar keduanya dikaruniai anak yang shalih. Beliau bersabda :


Doa yang komprehensif untuk kebaikan seluruh umat Islam

Doa yang komprehensif untuk kebaikan seluruh umat Islam

Muhib Al-Majdi
Sabtu, 8 Safar 1434 H/22 Desember 2012 M 22:40
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) – Di antara sifat malaikat adalah senantiasa bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil, dan berdzikir kepada Allah tanpa pernah mengenal lelah. Selain itu, malaikat senantiasa mendoakan kebaikan untuk orang-orang mukmin.
Di dalam Al-Qur'an, Allah SWT mengisahkan doa para malaikat pemikul ‘Arsy dan para malaikat di sekitar ‘Arsy untuk orang-orang mukmin di bumi. Mereka berdoa:


Kamis, 20 Desember 2012

Keutamaan mendoakan kebaikan untuk sesama muslim tanpa sepengetahuannya

Keutamaan mendoakan kebaikan untuk sesama muslim tanpa sepengetahuannya

Muhib Al-Majdi
Kamis, 6 Safar 1434 H/20 Desember 2012 M 19:41
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) – Salah satu tanda eratnya persaudaraan dengan sesama muslim adalah mendoakan muslim lainnya yang tidak berada di hadapannya, atau tanpa sepengetahuannya. Saat seorang muslim mendoakan muslim lainnya yang berada jauh dari tempatnya, tanpa sepengetahuannya, dengan doa-doa yang baik, niscaya doa tersebut akan dikabulkan Allah dan doa tersebut juga akan mencakup orang yang membacanya sendiri....


Tanpa doa bagai tentara tanpa senjata


Tanpa doa bagai tentara tanpa senjata

Saif Al Battar
Kamis, 6 Safar 1434 H/20 Desember 2012 M 19:28
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) - Berbeda dengan makhluk-Nya, Allah mencintai orang-orang yang rajin memohon kepada-Nya. Karena hal itu menunjukkan bahwa manusia merasa fakir (butuh) kepada Allah. Dan Allah justru membenci orang-orang yang angkuh dan enggan berdoa kepada-Nya. Nabi shalallahu 'alaihi wasalam bersabda,
مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ
"Barangsiapa yang tidak memohon kepada Allah, maka Allah murka kepadanya" (HR Tirmidzi dan Bukhari dalam Adabul Mufrad)
Realitanya, ada orang-orang yang merasa dirinya cukup, merasa bisa mendapatkan keinginannya tanpa pertolongan Rabbnya, lalu meninggalkan doa. Sudah barang tentu ia akan mengenyam kesulitan demi kesulitan dalam menjalani hidup, di dunia apalagi di akhirat. Allah berfirman,


Doa spesial Ramadhan

Doa spesial Ramadhan

Muhib Al-Majdi
Kamis, 6 Safar 1434 H/20 Desember 2012 M 19:20
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) – Bulan suci Ramadhan penuh dengan rahmat dan maghfirah Allah Ta'ala. Sudah seharusnya setiap muslim banyak berdoa memohon rahmat dan maghfirah Allah di bulan suci Ramadhan ini, baik di waktu siang maupun malam. Sebaik-baik doa adalah doa yang singkat namun padat dan diajarkan langsung oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa salam. Berikut ini doa yang pendek namun memenuhi semua criteria tersebut.


Doa agar dikaruniai husnul khatimah

Doa agar dikaruniai husnul khatimah

Muhib Al-Majdi
Kamis, 6 Safar 1434 H/20 Desember 2012 M 19:07
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) – Banyak ustadz, mubaligh dan imam yang berdoa kepada Allah Ta'ala agar dikaruniai husnul khatimah, kematian yang baik yang dapat mengantarkan dirinya kepada ridha Allah dan surga-Nya. Ia membaca doa tersebut dengan keras dan jama'ah pengajian atau jama'ah shalat mengamini doanya dengan khusyu'.
Memang, setiap muslim memang harus mencita-citakan husnul khatimah sebagai penutup kehidupannya di muka bumi ini. Memang, setiap muslim harus senantiasa memohon kepada Allah agar dikaruniai husnul khatimah.
Persoalannya adalah sebagian ustadz, mubaligh dan imam shalat itu membaca doa tersebut dengan lafal yang ---maaf-maaf--- 'kurang berkwalitas' dan 'kurang komprehensif'. Doa yang dilantunkannya berbunyi: Ya Allah biha, ya Allah biha, ya Allah biha, ya Allah bi-husnil khatimah. Secara harfiah, artinya adalah Ya Allah, (matikanlah kami) dengannya! Ya Allah, (matikanlah kami) dengannya! Ya Allah, (matikanlah kami) dengannya! Ya Allah, (matikanlah kami) dengan husnul khatimah!
Subhanallah, kenapa mereka lebih suka melantunkan doa gubahan sendiri seperti itu? Padahal dalam masalah memohon husnul khatimah, Allah Ta'ala dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam telah mengajarkan doa-doa super hebat yang sangat berkwalitas dan komprehensif? Bukankah sebaik-baik doa adalah doa yang diajarkan langsung oleh Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam dalam hadits shahihnya?
Di antara doa husnul khatimah yang diajarkan langsung oleh Allah dalam Al-Qur'an adalah doa golongan ulul albab, yaitu firman Allah:


Doa kesucian jiwa dan perlindungan dari empat bencana

Doa kesucian jiwa dan perlindungan dari empat bencana

Muhib Al-Majdi
Kamis, 6 Safar 1434 H/20 Desember 2012 M 19:04
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) – Zaid bin Al-Arqam radhiyallahu 'anhu berkata: "Aku tidak mengatakan kepada kalian kecuali sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah shallalahu 'alaihi wa salam. Beliau berdoa:
«اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ، وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ، وَالْبُخْلِ، وَالْهَرَمِ، وَعَذَابِ، الْقَبْرِ اللهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا»
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, kepengecutan dan kekikiran, usia jompo dan azab kubur.
Ya Allah, berikanlah ketakwaan kepada jiwaku, sucikanlah jiwaku, karena Engkaulah sebaik-baik yang menyucikan jiwa, Engkaulah Yang Menguasai dan melindungi jiwa.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', hawa nafsu yang tidak pernah puas dan doa yang tidak dikabulkan."(HR. Muslim no. 2722)
Doa yang agung ini biasa dibaca oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam. Meski ringkas, doa ini telah mencakup perlindungan dari semua bentuk musibah dan kerusakan:


Kamis, 13 Desember 2012

Doa bubar dan berpisah dari sebuah majlis

Doa bubar dan berpisah dari sebuah majlis

Muhib Al-Majdi
Jum'at 30 Muharram 1434 H/14 Desember 2012/12:46
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com) – Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: "Jarang sekali Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bangun untuk bubar dari sebuah majlis, sampai beliau membaca doa berikut ini untuk orang-orang yang duduk bersama beliau:



Doa saat menghadapi kesusahan dan kesempitan hidup

Doa saat menghadapi kesusahan dan kesempitan hidup

Muhib Al-Majdi
Jum'at 30 Muharram 1434 H/14 Desember 2012/12:39
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) – Hidup seorang manusia tidak akan pernah lepas dari kesusahan, kesempitan hidup, kesedihan, musibah dan cobaan. Dalam kondisi sempit seperti itu, tiada tempat yang lebih baik untuk mengadu dan meminta selain Allah Subhanahu wa Ta'ala, Rabb yang menurunkan ujian kepada hamba-Nya untuk hikmah tertentu.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam telah mengajarkan kepada kita untuk kembali kepada Allah Ta'ala saat berbagai kesusahan dan kesempitan hidup mendera kita. Kita harus kembali kepada Allah Ta'ala dengan memuji-Nya, mengagungkan-Nya dan mengesakan-Nya.
Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: "Jika sedang menghadapi sebuah kesusahan, Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam biasa membaca doa:


Doa-doa seputar hujan

Doa-doa seputar hujan

Muhib Al-Majdi
Jum'at 30 Muharram 1434 H/14 Desember 2012
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) – Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwasanya ada seseorang (Arab badui) masuk ke dalam masjid pada hari Jum'at dari arah pintu yang mengarah kepada mimbar. Pada saat itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam sedang berdiri di mimbar dan menyampaikan khutbah.
Orang itu berdiri dan menghadapkan wajahnya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam, lalu berkata: "Wahai Rasulullah, binatang ternak telah mati dan jalan-jalan penghidupan telah terputus, maka berdoalah kepada Allah agar menurunkan hujan kepada kami."
Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam mengangkat kedua tangannya dan berdoa:


Doa-doa menyembelih hewan korban

Doa-doa menyembelih hewan korban

Muhib Al-Majdi
Jum'at, 30 Muharram 1434 H / 14 Desember 2012-11:15
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com) – Sepekan lagi umat Islam akan merayakan hari raya Idul Adha 1433 H. Suasana gembira hari raya Idul Adha dan tiga hari tasyriq setelahnya selalu diwarnai dengan ibadah penyembelihan hewan korban. Berikut ini beberapa doa saat menyembelih hewan korban sebagaimana disebutkan dalam sejumlah hadits.



Doa penyembuhan dan perlindungan dari segala macam penyakit

Doa penyembuhan dan perlindungan dari segala macam penyakit

Muhib Al-Majdi
Jum'at, 30 Muharram 1434 H / 14 Desember 2012-11:08
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/) – Sakit dan penyakit adalah ujian yang tidak pernah lepas dari kehidupan seorang hamba. Selain berobat secara medis, Islam juga mengajarkan beberapa doa yang berguna bagi kesembuhan seorang hamba dari sebuah penyakit, sekaligus perlindungan dari kemungkinan terkena penyakit.
Ada banyak doa penyembuhan dari penyakit dan perlindungan dari penyakit dalam Al-Qur'an dan hadits. Berikut ini sebagian di antaranya yang bisa dibaca oleh pasien yang sakit, orang yang menjenguk pasien yang sakit dan dokter atau perawat yang menangani pasein yang sakit.
Doa pertama
Dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa salam biasa membacakan doa pelindungan kepada sebagian mereka (sahabatnya), beliau mengusap orang tersebut dengan tangan kanan beliau lalu beliau membacakan doa:
«أَذْهِبِ البَاسَ رَبَّ النَّاسِ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا»
"Hilangkanlah penyakit wahai Rabb manusia dan berilah kesembuhan, sesungguhnya Engkau adalah Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali dengan kesembuhan dari-Mu, (berilah) kesembuhan total yang tidak menyisakan penyakit."
(HR.Bukhari no. 5750 dan Muslim no. 2191, lafal ini adalah lafal Bukhari. Adapun lafal Muslim adalah dari Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Jika salah seorang di antara kami ada yang sakit, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam mengusapnya dengan tangan kanan beliau lalu beliau membacakan doa:"…" (seperti doa di atas)
Doa kedua
Dari Abdurrahman bin Saib keponakan Maimunah Al-Hilaliyah radhiyallahu 'anha bahwasanya Maimunah bertanya kepadanya, "Wahai anak saudaraku, maukah apabila aku bacakan kepadamu doa kesembuhan yang biasa dibaca oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam?" Abdurrahman menjawab, "Tentu." Maimunah berkata:
بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ، وَاللهُ يَشْفِيكَ، مِنْ كُلِّ دَاءٍ فِيكَ، أَذْهِبِ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ، وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شَافِيَ إِلَّا أَنْتَ
"Dengan nama Allah aku membacakan doa kesembuhan untukmu, Allah-lah Yang menyembuhkanmu, dari segala penyakit yang ada padamu. Hilangkanlah penyakit wahai Rabb manusia dan berilah kesembuhan, sesungguhnya Engkau adalah Maha Menyembuhkan, tidak ada yang mampu memberi kesembuhan kecuali Engkau."(HR. Ahmad no. 26281, An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra no. 10860, Ibnu Hibban no. 6095, Ath-Thahawi dalam Syarh Ma'ani Al-Atsar, 4/329 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu'jam Al-Awsath no. 3318. Syaikh Syu'aib Al-Arnauth berkata: Hadits ini shahih li-ghairi)
Doa ketiga
Membacakan surat Al-Falaq, An-Nas, Al-Fatihah atau doa-doa perlindungan lainnya dan mengusapkannya ke anggota badan yang sakit
عَنْ عَائِشَةَ: «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اشْتَكَى يَقْرَأُ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ، وَيَنْفُثُ، فَلَمَّا اشْتَدَّ وَجَعُهُ كُنْتُ أَقْرَأُ عَلَيْهِ، وَأَمْسَحُ عَنْهُ بِيَدِهِ، رَجَاءَ بَرَكَتِهَا»
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Jika Nabi shallallahu 'alaihi wa salam sedang sakit, maka beliau membacakan untuk dirinya sendiri al-mu'awwidzat (surat-surat Al-Qur'an dan doa-doa perlindungan) lalu meniupkannya pada diri beliau sendiri. Namun ketika sakit beliau telah parah, sayalah yang membacakan al-mu'awwidzat untuk beliau, lalu saya (tiupkan bacaan tersebut ke tangan beliau dan) usapkan tangan beliau ke badan beliau, dengan mengharap keberkahan tangan beliau."(HR. Muslim no. 2192)
Catatan: Surat Al-Falaq dan surat An-Nas disebut al-mu'awwidzatain (dua surat yang member perlindungan). Seorang sahabat juga pernah menyembuhkan kepala suku yang terkena sengatan hewan berbisa dengan bacaan Al-Fatihah, seperti disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Dalam hadits shahih disebutkan:
عَنْ عَائِشَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ، نَفَثَ فِي كَفَّيْهِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَبِالْمُعَوِّذَتَيْنِ جَمِيعًا، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ، وَمَا بَلَغَتْ يَدَاهُ مِنْ جَسَدِهِ» قَالَتْ عَائِشَةُ: «فَلَمَّا اشْتَكَى كَانَ يَأْمُرُنِي أَنْ أَفْعَلَ ذَلِكَ بِهِ»
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam berbaring di tempat tidurnya untuk tidur, maka beliau membaca surat Al-Ikhlas dan dua surat Al-Mu'awidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) lalu meniupkannya kepada kedua telapak tangan beliau, lalu beliu mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajahnya dan seluruh anggota badannya yang bisa dijangkau dengan kedua tangannya. Tatkala beliau sakit keras, maka beliau memerintahkan kepadaku untuk melakukan hal itu bagi beliau."(HR. Bukhari no. 5748)
Doa Keempat
Dari Utsman bin Abil Ash Ats-Tsaqafi radhiyallahu 'anhu bahwasanya ia mengadukan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam penyakit yang ia alami sejak ia masuk Islam. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda kepadanya:
«ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ، وَقُلْ بِاسْمِ اللهِ ثَلَاثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ»
Letakkan tanganmu pada bagian tubuhmu yang sakit, kemudian bacalah bismillah (dengan nama Allah) sebanyak tiga kali, lalu bacalah doa berikut ini sebanyak tujuh kali:
أَعُوذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
"Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan (penyakit) yang aku dapatkan dan aku khawatirkan."
Utsman bin Abul Ash Ats-Tsaqafi berkata: "Aku pun mengerjakan pesan beliau tersebut sehingga Allah menghilangkan penyakitku. Maka aku senantiasa memerintahkan pesan tersebut kepada keluargaku dan orang-orang lain." (HR. Muslim no. 2202, Abu Daud no. 3891, Tirmidzi no. 2080, An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra no. 7546, Ahmad no. 16268 dan Ibnu Hibban no. 2965)
Wallahu a'lam bish-shawab. Semoga bermanfaat.
(muhib almajdi/http://ahmadnasiruddin.blogspot.com/)

Doa untuk syuhada' kaum muslimin

Muhib Al-Majdi
Jum'at, 30 Muharram 1434 H/14 Desember 2012-10:16
(ahmadnasiruddin.blogspot.com) – Ribuan kaum muslimin gugur setiap harinya di Irak, Iran, Afghanistan, Pakistan, Suriah, Chechnya, Dagestan, Tatarstan, Yaman, Somalia, Nigeria, Palestina, Rohingya dan wilayah konflik lainnya.
Umat Islam di seluruh dunia wajib menyebar luaskan informasi tentang nasib mereka, menggelar aksi-aksi solidaritas untuk mereka, dan mengirimkan bantuan dana, bahan makanan dan obat-obatan kepada mereka. Selain itu, setiap muslim wajib mendoakan para syuhada' yang telah gugur oleh kebiadaban musuh-musuh Islam.
Banyak doa untuk umat Islam yang telah meninggal. Salah satu contohnya adalah doa yang biasa dibaca oleh Nabi shallallahu alaihi wa salam saat menshalatkan jenazah sahabatnya. Meskipun doa tersebut dibaca dalam shalat jenazah, namun makna dan kandungan doa tersebut juga sesuai untuk kondisi di luar shalat jenazah.
Dari Auf bin Malik radhiyallahu 'anhu ia berkata: "Rasulullah shallallahu alaihi wa salam menshalatkan sebuah jenazah, maka saya hafal doa beliau, beliau berdoa:
«اللهُمَّ، اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ عَذَابِ النَّارِ -»
"Ya Allah, ampunilah dia, kasih sayangilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, dan lapangkanlah kuburannya. Mandikanlah ia dengan air, es dan embun. Bersihkanlah ia dari kesalahan-kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari kotoran. Gantikanlah rumah untuknya yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia) dan pasangan hidup yang lebih baik dari pasangan hidupnya (di dunia). Masukkanlah ia ke dalam surga, selamatkanlah ia dari azab kubur dan azab neraka." (HR. Muslim no. 963, Ahmad no. 23975, An-Nasai no. 1983, Ibnu Abi Syaibah no. 11353, Ibnu Hibban no. 3075, dan Al-Baihaqi no. 6965)
Jika syuhada' kaum muslimin yang didoakan banyak, maka kata ganti "dia" (laal: lahu,hu, 'anhu dan seterusnya) diganti dengan kata ganti "mereka" (lafalnya menjadi: lahum, hum, 'anhum dan seterusnya). Wallahu a'lam bi-shawab.
(muhib almajdi/ahmadnasiruddin.blogspot.com)

Doa masuk dan keluar rumah

Doa masuk dan keluar rumah

Muhib Al-Majdi
Jum'at, 30 Muharram 1434 H / 14 Desember 2012
(Arrahmah.com) – Rumah merupakan salah satu karunia Allah Subhanahu wa Ta'ala yang harus selalu disyukuri. Baik rumah tersebut merupakan milik pribadi, orang tua, mertua, atau bahkan kontrakan. Status tersebut tidak mengurangi sedikit pun kenikmatan yang Allah karuniakan kepada kita.
Salah satu bentuk syukur atas nikmat rumah adalah senantiasa berdoa saat keluar dan masuk rumah. Selain itu adalah menggunakan rumah untuk hal-hal yang bernilai ketaatan kepada Allah Ta'ala atau hal-hal mubah yang  mendukung ketaatan. Rumah juga harus dihindarkan dari hal-hal yang diharamkan dan dibenci Allah Ta'ala, termasuk hal-hal yang tidak membawa manfaat bagi kepentingan dunia maupun akhirat kita.
Doa masuk ke dalam rumah
1. Masuk ke dalam rumah dengan membaca salam
فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
"Dan jika kalian memasuki rumah maka ucapkanlah kepada diri kalian salam penghormatan dari sisi Allah yang diberkahi lagi baik. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya) kepada kalian agar kalian memahami." (QS. An-Nuur [24]: 61)
2. Membaca dzikir atau doa:
a. Berdzikir dengan menyebut nama Allah
Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu bahwasanya ia mendengar bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam:
إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ، فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ، وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ، فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ "
"Jika seseorang memasuki rumahnya lalu ia menyebutkan nama Allah saat ia masuk ke dalam rumah dan saat ia makan, maka setan berkata kepada kawan-kawannya, "Tidak tempat bermalam dan tidak ada makan malam bagi kalian di rumah ini".
Jika seseorang memasuki rumahnya dan ia tidak menyebutkan nama Allah saat ia masuk ke dalam rumahnya, maka setan berkata kepada kawan-kawannya, "Kalian mendapatkan tidak tempat bermalam di rumah ini."
Dan jika seseorang memasuki rumahnya dan ia tidak menyebutkan nama Allah saat ia makan malam, maka setan berkata kepada kawan-kawannya, "Kalian mendapatkan tempat bermalam dan jatah makan malam di rumah ini." (HR. Muslim no. 2018)
b. Membaca doa
Dari Abu Malik Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Jika seseorang memasuki rumahnya, hendaklah ia membaca doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلَجِ، وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ، بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan jalan masuk dan kebaikan jalan keluar. Dengan nama Allah kita memasuki (rumah) dan dengan nama Allah pula kita keluar (rumah), dan kepada Allah Rabb semata kita berserah diri."
Beliau bersabda, "Kemudian hendaklah ia mengucapkan salam kepada anggota keluarganya." (HR. Abu Daud no. 5096)
Sebagian besar ulama menyebutkan lafalnya berbunyi khairal mauliji, sementara sebagian kecil ulama menyebutkan lafalnya berbunyi khairal maulaji. ('Aunul Ma'bud Syarh Sunan Abi Daud, 13/297-298)
Doa keluar dari rumah
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu ia membaca doa:
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah, tiada perubahan (dari satu keadaan kepada keadaan lain) dan kekuatan kecuali dengan (izin) Allah."
Maka saat itu dikatakan kepadanya (oleh Allah atau malaikat): "Engkau telah diberi petunjuk, engkau telah dicukupi dan engkau telah dijaga."
Maka para setan akan menjauh darinya. Seorang setan lainnya berkata, "Bagaimana mungkin engkau (setan lain) akan bisa menggoda seseorang yang telah diberi petunjuk, telah dicukupi dan telah dijaga?" (HR. Abu Daud no. 5095)
(muhib almajdi)

Tanpa doa bagai tentara tanpa senjata

Tanpa doa bagai tentara tanpa senjata

Saif Al Battar
Jum'at, 14 Desember 2012 09:42
(http://ahmadnasiruddin.blogspot.com) - Berbeda dengan makhluk-Nya, Allah mencintai orang-orang yang rajin memohon kepada-Nya. Karena hal itu menunjukkan bahwa manusia merasa fakir (butuh) kepada Allah. Dan Allah justru membenci orang-orang yang angkuh dan enggan berdoa kepada-Nya. Nabi shalallahu 'alaihi wasalam bersabda,
مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ
"Barangsiapa yang tidak memohon kepada Allah, maka Allah murka kepadanya" (HR Tirmidzi dan Bukhari dalam Adabul Mufrad)
Realitanya, ada orang-orang yang merasa dirinya cukup, merasa bisa mendapatkan keinginannya tanpa pertolongan Rabbnya, lalu meninggalkan doa. Sudah barang tentu ia akan mengenyam kesulitan demi kesulitan dalam menjalani hidup, di dunia apalagi di akhirat. Allah berfirman,
"Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,  serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. " (QS al-Lail 8 – 10)

Tanpa Doa, Seperti Tentara tanpa Senjata

Di antara kaum muslimin, ada lagi yang meninggalkan doa karena merasa tak mampu memenuhi persyaratannya. Seperti orang  yang berkata, "Saya biasa makan dari rejeki yang tak jelas halal haramnya, sedangkan orang yang mengkonsumsi barang yang haram tidak dikabulkan do'anya, maka percuma saja kalau saya berdoa." Laa haula wa laa quwwata illa billah. Adakah sesuatu yang bisa diandalkan seorang muslim melebihi 'senjata' doa? Hingga ada yang rela mencampakkan doa agar bebas makan apa saja?
Seseorang yang mengerti  urgensi doa, tentu lebih memilih untuk memenuhi syarat terkabulnya doa, katimbang ia harus bertelanjang dari doa. Karena meninggalkan hal yang haram itu lebih mudah dijalani daripada hidup tanpa menyandang senjata doa. Tanpa doa, keadaan seseorang lebih berat dari tentara yang tidak memiliki senjata, petani yang tidak memiliki cangkul, orang sakit yang tak mendapatkan obat, atau seseorang yang ingin membeli barang tanpa memiliki uang.
Hanya mengandalkan kecerdasan pikir, kekuatan fisik maupun alat canggih, jelas tidak memadai bagi manusia untuk bisa meraih tujuan bahagia yang sempurna, atau mencegah datangnya marabahaya. Alangkah kecil modal dan kekuatan, sementara begitu besar cita-cita yang diharapkan, dahsyat pula potensi bahaya yang mungkin datang di hadapan. Untuk itu, manusia membutuhkan 'kekuatan lain' di luar dirinya untuk merealisasikan dua tujuan itu. Dan barangsiapa yang menjadikan doa sebagai sarana, niscaya dia akan menjadi orang yang paling kuat, paling sukses dan paling beruntung. Karena doa mengundang datangnya pertolongan Allah Yang Maha Berkehendak, Mahakuasa, Mahakuat dan mampu melakukan apapun yang dikehendaki-Nya, Fa'aalul limaa yuriid. Karena itulah, Ibnul Qayyim dalam al-Jawaabul Kaafi berkata, "Doa adalah sebab yang paling kuat untuk mencegah dari perkara yang dibenci dan menghasilkan sesuatu yang dicari."

Khasiat Doa Sepanjang Masa

Allah telah banyak mengisahkan dahsyatnya doa, yang menjadi solusi problem-problem besar dan menjadi sebab yang menyelamatkan dalam banyak peristiwa genting dari zaman ke zaman. Dan meski dengan variasi dan kadar yang berbeda, sebenarnya problem-problem yang di hadapi manusia dari zaman ke zaman memiliki karakter yang nyaris sama.
Jika di zaman ini banyak orang yang galau, atau berduka lantaran kesulitan yang menghimpitnya, maka dahulu Nabi Yunus 'alaihissalam pernah mengalami hal yang sama dan bahkan lebih berat. Toh, kegalauan itu akhirnya sirna dengan doa beliau, "laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhaalimin," Karena Allah menjawab doa beliau dengan firman-Nya, "Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan." (QS al-Anbiya' 88)
Maka adakah orang yang sedang menyandang kesulitan hari ini mengingat dan berdoa sebagaimana doa beliau?
Jika sekarang banyak orang menderita sakit yang tak kunjung sembuh, dan tak jarang kesulitan untuk menemukan sebab dan obatnya, hal yang sama pernah menimpa Nabi Ayyuub 'alaihissalam. Dan pada akhirnya penyakit beliau sembuh dengan doa, "Rabbi inni massaniyadh dhurru wa Anta Arhamur Raahimiin",
Karena Allah menjawab doa beliau dengan firman-Nya, "Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya." (QS al-Anbiya' 84)
Jika sekarang banyak orang mengalami rasa takut akan datangnya bencana, atau khawatir dengan bahaya yang mengancam, solusi dari semua itu juga telah ditempuh oleh Nabi yang mulia, Muhammad shalallahu 'alaihi wasalam, yakni dengan doa, "hasbunallahu wa ni'mal Wakiil", maka Allah menghindarkan mereka dari bahaya, sebagaimana firman-Nya,
"Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa," (QS Ali Imran 174)
Begitulah doa, mampu menjadi solusi saat manusia angkat tangan untuk memberi solusi. Doa juga efektif menjadi jalan keluar ketika segala cara menemui jalan buntu. Doa juga mampu mencegah bahaya, yang dosisnya tidak mampu dibendung oleh kekuatan manusia.
Semestinya doa bukan menjadi alternatif  terakhir, atau ia baru diingat setelah ikhtiyar tak menghasilkan jalan keluar. Mestinya doa tetap mengiringi sebelum, di saat dan setelah ikhtiyar ragawi dilakukan.
Faktanya, masih jamak terjadi di kalangan kaum muslimin. Mereka begitu getol dan rajin berdoa saat menghadapi situasi khusus. Saat anak mencari sekolah, ketika sedang mencari lowongan kerja, tatkala ada keluarga yang sakit, atau ketika ada tanda-tanda bencana akan terjadi. Selebihnya, tak ada doa dipanjatkan, tak tersirat dalam pikirannya bahwa Allahlah yang kuasa segalanya, untuk memberi atau menahan sesuatu yang diharapkan. Manusia tidak lepas sedikitpun dari pertolongan Allah untuk meraih kesuksesan. Sehingga ia perlu berdoa kepada Allah untuk kebaikan seluruh urusannya, bukan hanya mengandalkan kehebatan dirinya yang hakikatnya sangat lemah tanpa pertolongan Allah. Karenanya, di antara doa yang diajarkan oleh Nabi shalallahu 'alaihi wasalam adalah,
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِى إِلَى نَفْسِى طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِى شَأْنِى كُلَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
"Ya Allah, rahmat-Mu aku harap, dan janganlah Engkau serahkan (nasib) diriku kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata, perbaguslah untukku segala urusanku, tidak ada ilah yang haq kecuali Engkau." (HR Abu Dawud)

Doa Harian, Menjawab Segala Kebutuhan

Adalah baik jika seseorang membiasakan doa-doa harian yang bersifat ta'abbudiyah maupun adab. Seperti doa sebelum dan sesudah makan, hendak tidur dan setelah bangun, masuk masjid atau keluar, maupun doa-doa lain yang disyariatkan. Ketika ia menjalaninya dalam rangka menjalani sunnah, ia mendapatkan pahala. Inilah fungsi doa yang disebut dengan du'a al-'ibaadah (doa sebagai realisasi ibadah). Namun ada fungsi lain dari doa, yang disebut dengan du'a al-mas'alah (doa sebagai permohonan).  Ketika doa dilantunkan tanpa adanya kesadaran bahwa dirinya sedang memohon kepada Allah, maka maksud yang dikehendaki dari makna doa tidak akan terwujud. Nabi shalallahu 'alaihi wasalam bersabda,
ادْعُوا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

"Berdoalah kepada Allah sedangkan kamu dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai dan alpa." (HR Tirmidzi, al-Albani mengatakan, "hasan").
Andaikan seorang muslim membiasakan diri dengan doa-doa harian yang disyariatkan, sekaligus diiringi dengan kesengajaan dan pengharapan sebagaimana makna yang terkandung dalam doa, niscaya tercoverlah kebutuhan-kebutuhannya, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Karena doa-doa yang Nabi ajarkan dari bangun tidur hingga bangun tidur kembali sudah mencakup segala hal yang dibutuhkan manusia, baik kemaslahatan diiniyyah maupun dunyawiyyah. Permohonan sehat dan dijaga dari penyakit, kemudahan segala urusan, permohonan rezeki, perlindungan dari segala gangguan setan dan keburukan, maupun permohonan jannah dan terhindar dari neraka.
Generasi terbaik di kalangan sahabat, berusaha menghadirkan pengharapan saat berdoa dengan suatu doa yang menjadi rutinitas harian. Ibnu Katsier dalam tafsirnya menyebutkan riwayat dari Ibnu Abi Hatim, bahwa 'Irak bin Malik, selepas shalat Jumat beliau berdiri di pintu masjid beliau berdoa dengan doa keluar masjid lalu berkata, "Ya Allah, saya telah memenuhi panggilan-Mu, lalu shalat dengan shalat yang Engkau fardhukan atasku, akupun hendak bertebaran di muka sebagaimana yang Engkau perintahkan, maka berilah rezki kepadaku dari karuia-Mu, karena Engkau adalah sebaik-baik Pemberi rezki."
Perlu kiranya digarisbawahi, bahwa doa dengan segala kelebihan dan faedahnya, tidak menafikan atau menghapus keharusan untuk ikhtiyar. Masing-masing memiliki kadar tersendiri sebagai sebab terkabulnya doa, di samping juga memiliki nilai ibadah tersendiri Wallahu a'lam.[]
Oleh:  Abu Umar Abdillah